google-site-verification: google3ce9887dd906733b.html Menikmati Kethak, Kudapan Dari Ampas Minyak Kelapa Yang Gurih - Jayanti

Menikmati Kethak, Kudapan Dari Ampas Minyak Kelapa Yang Gurih

Ampas minyak kelapa merupakan materi masakan yg mampu diolah sebagai banyak sekali santapan. Ada orang yg mengolahnya menjadi kudapan, terdapat pula yg menjadikannya pendamping masakan berat. Ada perbedaan penyebutan untuk ampas minyak kelapa ini. Untuk tempat Yogyakarta dan Solo, sering disebut kethak. Sedangkan buat wilayah lain pada Jawa, banyak orang menyebutnya blondo. Olahan kethak berasal menurut norma rakyat dahulu yg seringkali membuat minyak menurut kelapa.

Seorang penjual kelapa parut pada Pasar Cinere, Depok, berjulukan Yono mengaku mempunyai bisnis sampingan berjualan kethak. Dalam sebulan, Yono bisa mendapatkan satu atau dua orang yg memesan kethak. Ia memang gres akan membuatkan blondo atau kethak ketika ada yg memesan. Untuk membuat kethak, Yono memakai kelapa renta yg masih segar. Kelapa itu kemudian diparut & diperas buat membentuk santan. Santan yang diperoleh lantas direbus sekitar tiga hingga empat jam atau hingga air menguap & tersisa minyak serta ampasnya. Minyak kemudian dipisahkan dari ampas memakai cara ditiriskan. Ampas tadi kemudian digoreng lagi hingga benar -betul kering. Selama memasak wajib  terus diaduk agar nir gosong. Hasil yang rupawan yakni yg warnanya kecokelatan. Dari 20 kelapa, Yono mampu menghasilkan lebih kurang setengah kilogram kethak. Ia biasa menjualnya seharga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram pada pelanggan. Menurut Yono, bisnis ini bersama-sama nir terlalu berfokus dia tekuni, alasannya yakni dia lebih mengincar minyaknya. Tapi karena terdapat yang memesan, maka dia bisa buat membuatkan.

Kethak masih cukup populer pada aneka macam tempat di Jawa. Masih gampang menemukan kethak di Yogyakarta dan Solo. Secara umum, kethak masih bisa ditemukan di tempat yang masih mempunyai kebiasaan mengolah kelapa sebagai minyak. Kethak atau blondo dalam dasarnya ibarat memakai rendang. Hanya bedanya, buat membuat rendang, blondo akan dicampur dengan aneka macam rempah dan minyak. Kethak bisa diolah sebagai penyerta tiwul. Bahkan dicampur dengan nasi atau ketan pun cita rasanya nikmat. Untuk anak-anak, kethak pula bisa diolah sebagai permen. Caranya, ampas yg masih ibarat lumpur bisa dibubuhi gula pasir. Hasilnya, kethak akan sebagai ibarat gulali atau permen.

Banyak warga  pada pelosok Jawa yg mengkonsumsi kethak. Bahkan, masyarakat memakai kethak sebagai lauk dan memakannya memakai nasi panas. Di Maluku jua ada makanan output olahan ampas minyak kelapa. Di Ternate, Tidore, dan Halmahera banyak ditemukan ampas minyak kelapa dicampur dengan cabe untuk diolah menjadi sambal. Di Tapanuli Selatan, poly juga rakyat yang mencampurnya memakai nasi goreng.  Di Minahasa yang kaya akan hasil bumi kelapa, kethak jua masuk hitungan. Taiminyak, begitu rakyat Minahasa biasa menyebutnya, dianggap menjadi penyedap masakan. Tumisan daun gedi dengan adonan bawang putih & kethak akan membuat rasanya semakin legit dan sedikit cantik. Rasanya yg manis-manis gurih memang membuat ampas minyak kelapa ini cukup populer pada aneka macam tempat nusantara.

Saat ini, kethak memang belum banyak diolah secara spesifik. Ampas minyak kelapa hanya diproduksi pada skala rumahan. Sementara buat mengembangkan masakan ini diharapkan materi yang poly. Imbas menurut produksi minyak kelapa sawit, membuat praktik pembuatan minyak kelapa telah sporadis dilakukan. Jadi, ampas minyak kelapa ini kini telah bisa diklaim langka, yg alhasil membuat kethak tidak poly diolah secara spesifik.

0 Response to "Menikmati Kethak, Kudapan Dari Ampas Minyak Kelapa Yang Gurih"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel