google-site-verification: google3ce9887dd906733b.html Nikmati Bakmi Legendaris Di Warung Bakmi Jawa Mbah Gito Jogja - Jayanti

Nikmati Bakmi Legendaris Di Warung Bakmi Jawa Mbah Gito Jogja

Di warung bakmi Jawa yang satu ini, anda dapat menemukan suasana tidak sinkron. Nuansa kayu & bambu terasa kental memenuhi semua interior warung, mulai berdasarkan meja, kursi, dinding, tiang penyangga, tangga, hingga lantai atas. Ya, meski terbilang sederhana, warung unik yg terbuat berdasarkan kandang sapi ini berlantai dua. Di dindingnya, tergantung aneka macam alat-alat dan peranti yang biasa digunakan dalam zaman dulu. Sugito, pemilik warung Bakmi Jawa Mbah Gito mengungkapkan, alasannya dirinya yg memang wong kolot, maka seluruh produk bodoh sengaja ia tempelkan pada warungnya, termasuk kandang sapi orisinil. Ini sekaligus buat mengingatkannya bahwa dulu ia hidup dengan barang-barang tersebut. Meski lokasinya di Yogya kota, tepatnya di Jalan Nyi Ageng Nis, Peleman, Rejowinangun, tapi relatif mblusuk alasannya terletak pada jalan mini   dan tersembunyi.

Pengunjung warung Bakmi Jawa Mbah Gito bukan hanya warga  Yogya saja. Yang tiba berdasarkan Jakarta bahkan lebih banyak, terutama waktu hari libur, termasuk para artis & menteri yang tiba secara rombongan pada satu bus. Gito menambahkan, Menteri Anies Baswedan apabila pulang ke Yogyakarta pun umumnya menyempatkan mampir buat makan pada warungnya. Warung ini didirikan Gito dalam Mei 2008. Namun, waktu masih bujang dia bahu-membahu telah pernah berjualan bakmi Jawa pada kawasan Prawirotaman. Meski balik  berjualan di tempat yang kini  , Gito menuturkan, dalam 2011 bahu-membahu dia nyaris menutup warungnya ini karena beratnya perjalanan perjuangan yg wajib  dilaluinya selama 3 tahun pertama. Untuk membayar porto operasional termasuk menggaji pegawai saja dia terpaksa nombok karena pemasukannya sangat sedikit. Terkadang, dalam sehari yg terjual hanya 10 porsi, itu pun apabila sedang ramai.

Tak mau menyerah, Gito mencoba alternatif. Selain membenahi kualitas rasa, dia pula gencar melaksanakan kenaikan pangkat  . Tak kurang berdasarkan walikota & kepala kejaksaan setempat ia kirimi bakmi buatannya buat memperkenalkan warungnya. Kebetulan, ia memang mengenal Herry Zudianto yg menjadi walikota Yogya waktu itu. Ternyata dia cocok, & lantas mempromosikan bakmi buatan Gito ke orang lain. Dan Gito pun makin gembira hingga jadinya kini   hasil karyanya mampu dinikmati publik figur. Sekarang warung yg ia kelola secara tradisional ini semakin ramai. Tak hanya buat bersantap, akan tetapi sering juga digunakan buat rapat atau agenda lain. Jika sedang ramai, 10 ekor ayam dapat habis pada sehari. Untuk pasokan ayam kampung, Gito mendatangkannya spesifik dari wilayah Wonosari, Gunungkidul yg memang dikenal menjadi kawasan dari bakmi Jawa. Agar lebih lezat  , dia jua menggunakan telur angsa buat menunya.

Sementara buat mi, Gito sengaja membuatnya sendiri. Selain menyediakan bakmi Jawa yg sebagai andalan, warung Gito yg digawangi 8 tukang masak ini juga memperlihatkan rica-rica ayam kampung & capcay. Seporsi bakmi Jawa harganya Rp 17.000, rica-rica Rp 30.000, & nasi goreng Rp 15.000. Sementara, teh menggunakan gula kerikil yg sengaja tersaji pada poci buat mempertahankan keaslian tradisi sejak Gito kecil dibanderol dengan harga Rp 5000. Menariknya, menjelang malam datang, para pegawai termasuk pelayan akan berganti sandang. Pegawai laki-laki akan mengenakan surjan, ad interim yg perempuan   mengenakan kebaya. Gito ingin pembeli memahami bahwa suasana desa pada zaman dulu ibarat itu. Oleh alasannya itu, umumnya setiap malam Minggu ia juga menggelar pagelaran karawitan. Ada jua wayang kulit untuk agenda tertentu. Apa yg dilakukannya ini menjadi upaya buat merawat budaya Jawa.

Suasana unik dan tradisional ditambah dengan citarasa yang enak itulah yg membuat poly turis mancanegara balik  tiba ke warung Gito tiap kali berkunjung ke Yogya. Antara lain, wisman berdasarkan Amerika, Jepang, Hawaii, Suriname, & Australia. Untuk mencicipi mi Jawa Mbah Gito, berdasarkan laki-laki  asli Wonosari yang hanya bersekolah hingga Sekolah Menengah pertama ini, warungnya siap melayani pembeli mulai pukul 11.00-23.00. Tetapi ia mengaku, tidak mau ngoyo pada berjualan. Kalau memang sudah waktunya tutup, dia pun akan menutup warungnya.

0 Response to "Nikmati Bakmi Legendaris Di Warung Bakmi Jawa Mbah Gito Jogja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel