google-site-verification: google3ce9887dd906733b.html Cerita dan Asal-Usul Situ Bulued - Jayanti

Cerita dan Asal-Usul Situ Bulued

Cerita dan Asal-Usul Situ Bulued - Pada Artikel Sebelumnya kita membahas Legenda dan Kisah Asal Mula Telaga Biru maka pada kesempatan ini juga admin berbagi cerita dan kisah lagi tentang Cerita dan Asal-Usul Situ Bulued yang semoga menambah pengetahuan kita dan dapat menghibur para pembaca.

Cerita dan Asal-Usul Situ Bulued


Cerpen atau cerita pendek adalah bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel. Sumber : Wikipedia


Dengan bercerita maka anak-anak akan merasa terhibur dan dapat meningkatkan kemempuan kemampuan komunikasi dan kecakapan berbicara. Baiklah Berikut Cerita dan Asal-Usul Situ Bulued

Situ Buleud adalah danau dan tempat rekreasi di daerah purwakarta. Disebut Situ Buleud karena danau  yang luas itu berbentuk bulat (sunda : buleud). Asal-usul Situ Buleud berkaitan erat dengan peristiwa perpindahan Ibukota Kabupaten Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih, tepatnya sejalan dengan infrastrukutur kota Purwakarta pada tahap awal.

Pada zaman dahulu Situ Buleud merupakan  tempat “Pangguyangan” (berkubang) para Badak yang datang dari daerah Simpeureun dan Cikumpay. Badak-badak itu berkubang mengelilingi danau dan menjadikan danau itu buleud serta danau itu dijadikan pula tempat minum bagi binatang lainnya yang singgah disana.

Setelah Ibukota Kabupaten Karawang pindah ke Sindangkasih, badak-badak itu sedikit demi sedikit berkurang dan Bupati R.A. Suriawinata yang terkenal dengan sebutan Dalem Solawat pendiri kabupaten Purwakarta membuat pengurugan rawa-rawa untuk pembuatan Situ Buleud. Bupati R.A. Suriawinata tidak hanya membangun Situ Buleud, pembangunan itu antara lain pembangunan Gedung Karesidenan, Pendopo, Mesjid Agung, Tangsi Tentara di Ceplak, termasuk membuat Solokan Gede, Sawah Lega dan Situ Kamojing.

Pembangunan Situ Buleud tersebut berlangsung antara tahun 1830 – pertengahan tahun 1831. Situ Buleud dibuat dengan beberapa tujuan. Secara garis besar Situ Buleud dibuat dengan dua tujuan dan kegunaan. Pertama, sebagai sumber air bagi kepentingan pemerintah dan masyarakat kota Purwakarta. Air dari situ antara lain digunakan untuk keperluan ibadat dan kegiatan lain di Masjid Agung. Kedua, sebagai fasilitas kota, yaitu sebagai tempat rekreasi. Untuk kepentingan tujuan atau kegunaan kedua, ditengah situ didirikan bangunan tradisional sejenis bangunan gazebo (bangunan tanpa dinding) sebagai tempat istirahat (pasanggrahan) Bupati R.A. Suriawinata. Pembangunan Situ Buleud dengan tujuan atau kegunaan kedua, boleh jadi berkaitan erat dengan salah satu hak istimewa bupati, yaitu hak menangkap ikan di sungai atau danau. Hak istimewa itu merupakan bagian dari gaya hidup bupati waktu itu. Dalam kenyataannya, yang menangkap ikan bukan bupati tetapi sejumlah rakyat. Dalam acara itu, bupati tinggal dipasanggrahan yang berada di tengah situ menyaksikan sejumlah rakyat menangkap ikan. Acara itu biasanya dimeriahkan oleh iringan gamelan.

Sekarang bangunan pasanggrahan di tengah situ sudah lenyap dan digantikan Patung seorang laki-laki yang besar memegang ikan. Demikian pula acara menangkap ikan seperti disebutkan, tiada lagi. Namun demikian, sampai sekarang Situ Buleud tetap merupakan ciri khas (landmark) kota Purwakarta. Di pintu gerbang utama Situ Buleud tersebut berdiri Patung Badak putih yang besar dan di pinggir-pinggir situ terdapat badak-badak yang menghadap ke air, menandakan bahwa dulu Situ Buleud itu tempat berkubang dan minumnya para badak.

Demikianlah Cerita dan Asal-Usul Situ Bulued semoga bermanfaat bagi anda yang sedang membutuhkan. dan jangan lupa lihat artikel Cerita dan Kisah menarik lainnya pada menu-menu yang tersedia di blog ini. Sekian dan terimakasih.

0 Response to "Cerita dan Asal-Usul Situ Bulued"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel