google-site-verification: google3ce9887dd906733b.html Pengertian, Hakekat dan Macam-Macam Menyunting - Jayanti

Pengertian, Hakekat dan Macam-Macam Menyunting

Pengertian, Hakekat dan Macam-Macam Menyunting


Pengertian Menyunting

Pengertian, Hakekat dan Macam-Macam Menyunting - Penyuntingan berasal dari kata dasar sunting. Kata sunting melahirkan bentuk turunan menyunting (kata kerja), penyunting (kata benda), dan penyuntingan (kata benda). Kata menyunting berarti menyiapkan naskah siap terbit dengan memperhatikan sisi sisematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat). Orang yang melakukan pekerjaan menyunting disebut penyunting. Sementara itu, penyuntingan bermakna proses, cara, perbuatan, yang terkait dengan kegiatan sunting-menyunting.

Menyunting dapat diartikan sebagai kegiatan membaca kembali sambil menemukan kesalahan-kesalahan redaksional sebuah tulisan. Proses ini biasanya dilakukan oleh diri sendiri terhadap tulisan sendiri atau penyunting terhadap tulisan orang lain. Kegiatan penyuntingan terlihat sepele sehingga tahap ini sering sekali terabaikan. Padahal, pengalaman hampir semua penulis besar mengungkapkan, proses penyuntingan adalah sebuah tahapan menulis yang menjadi salah satu kunci sukses mereka menjadi penulis ternama.

Untuk menangkap kesalahan, baik ejaan, gaya, maupun pemakaian kata, kita harus membaca dan membaca tulisan kita. Bila perlu bacalah dan cek ejaan atau kata yang meragukan dengan membuka kamus berkali-kali. Untuk mencari kesalahan dalam tulisa Anda, tanpa mengurangi kelancaran menulis maka hindari mengecek ejaan atau pemakaian kata pada saat menulis. berkali-kali membuka kamus atau buku pedoman di tengah Anda menulis akan menghambat kelancaran kreativitas dan tindakan itu juga memakan waktu.

Setelah selesai menulis, segeralah melakukan pengecekan ulang sekali lagi. Sering mata Anda telenda pada satu baris atau paragraf ketika Anda mengecek cerita Anda. Pengecekan ulang akan mengurangi kesalahan. Bila Anda menemukan kata yang salah eja atau salah pakai, tulislah dalam buku catatan Anda. Jangan malu menyimpan daftar kata yang membingungkan agar selalu bisa mengecek mana yang salah dan mana yang benar dengan cepat. Belajar mengeja kata-kata itu akan sangat membantu. Terlebih bila si pewarta memahami tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kadang pewarta warga beranggapan penyuntingan hanyalah pekerjaan tim penyunting. Di portal suarakomunitas.net, mereka biasanya mengirim tulisannya, meskipun kondisi masih amat mentah, pewarta belum mencek ketepatan kata, tanda baca, pemenggalan kalimat, dan lain-lain. Pendapat ini ada benarnya, tetapi apabila pewarta terbiasa menyunting tulisannya sendiri, maka dia akan terhindar dari kesalahan-kesalahan penulisan kecil. Pengalaman menyunting memberikan banyak keuntungan pada pewarta, antara lain pesan yang ingin disampaikan pewarta dapat ditangkap dengan baik oleh penyunting dan pembaca. Pewarta juga mewarisi tradisi disiplin dalam menulis. Tradisi ini berimbas kepada sifat-sifat kepribadian lainnya sehingga penulis memiliki kemampuan menghadapi dan menjalankan tugas-tugas lain secara lebih baik. Akibat langsungnya, tulisan pewarta segera dimuat atau ditayangkan.

Penyunting tulisan yang akan dipublikasikan perlu mempertimbangkan aspek pembaca. Tulisan akan dibaca oleh pelbagai kalangan, dengan umur, taraf hidup, dan pendidikan, yang  berbeda-beda sehingga saat menyunting pewarta perlu menyesuaikan gaya tulisannya dengan latar belakang pembaca. Secara garis besar kegiatan penyuntingan meliputi:
·           Memperbaiki kesalahan-kesalahan yang kasat mata.
·           Menghindari kontradiksi dan memperbaiki tulisan sebelumnya.
·           Menyesuaikan gaya bahasa sesuai dengan kebijakan media yang bersangkutan.
·           Meringkas beberapa kalimat menjadi satu atau dua kalimat yang memiliki kejelasan makna serupa
·           Menghindari adanya arti ganda dan tulisan yang membosankan.
·           Melengkapi tulisan dengan anak kalimat atau subjudul
·           Memperbaiki judul supaya menarik.
·           menulis keterangan gambar atau pekerjaan lain yang terkait dengan tulisan yang disunting.

Banyak pewarta warga gagal mempersembahkan karya terbaiknya karena masalah-masalah sepele seperti salah tulis, penggunaan kata yang kurang tepat, kesalahan pemenggalan kata, kalimat, dan paragraph, kesalahan tanda baca, dan lain sebagainya. Pada media massa arus utama, kesalahan ketik hanya boleh sebanyak tiga (3) kali dalam sebuah tulisan. Artinya, saat seorang penyunting membaca tulisan ilmiah Anda dan tiba pada kesalahan ketik yang ke-4, maka dengan segera tulisan tersebut akan dilempar ke tong sampah, tidak peduli apakah substansi tulisan anda itu penting atau tidak.

Menyunting Ejaan (Huruf Kapital dan Tanda Baca)

Macam-Macam Menyunting - Menyunting tulisan dapat diartikan memperbaiki tulisan. Perbaikan itu dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan berkaitan dengan kaidah penulisan. Perbaikan dapat bersifat menyeluruh atau sebagian. Ada 3 tahapan dalam menyunting, yakni membaca cermat, menandai yang salah, dan memperbaiki kesalahan. Pada tahap awal, penyuntingan dapat difokuskan kepada aspek penulisan ejaan, khususnya penulisan huruf kapital dan tanda baca. 
https://www.jayanti.me/2019/11/macam-macam-menyunting.html

Huruf kapital atau huruf besar merupakan huruf yang penulisannya diatur dalam kaidah ejaan. Selain huruf kapital, kaidah ejaan juga mengatur penulisan huruf miring, kata, unsur serapan, dan tanda baca. Dalam hal yang terakhir ini, tanda baca meliputi tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:), tanda hubung (-), tanda pisah (--), tanda elipsis (…), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda kurung ( (…) ), tanda kurung siku ([ ]), tanda petik (“…”), tanda petik tunggal (‘…’), tanda garis miring (/), tanda penyingkat atau Apostrof (‘). 

Menyunting Kata 

Kegiatan menyunting sangat penting bagi penulis. Hal ini karena penulislah yang tahu betul seluk-beluk tulisannya. Namun, menyunting juga dapat dilakukan oleh orang lain. Usaha peningkatan kemampuan menyunting membutuhkan serangkaian pelatihan secara bertahap. Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan menyunting di antaranya adalah pengenalan terhadap kaidah penulisan kata dan pemilihan kata.

Kaidah penulisan kata meliputi kaidah penulisan kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, gabungan kata, kata ganti, kata depan, kata si dan sang, partikel, singkatan dan akronim, serta angka dan lambang bilangan. Adapun pemilihan kata yang cermat dapat didasarkan tiga tolok ukur, yaitu (1) ketepatan, (2) kebenaran, dan (3) kelaziman. Kata yang tepat adalah kata yang dapat mengungkapkan gagasan atau makna secara tepat. Kata yang benar adalah kata yang ditulis sesuai dengan bentuk yang benar. Kata yang lazim adalah kata yang biasa digunakan untuk mengungkapkan gagasan tertentu (Depdikbud 1995:56). Memperhatikan 3 hal di atas, dalam menyunting tulisan dituntut dapat melihat penggunaan kata dalam sebuah tulisan sudah tepat, sesuai, benar, dan lazim.

Menyunting Kalimat 

Menyunting tulisan dapat diartikan memperbaiki tulisan. Perbaikan itu dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan berkaitan dengan kaidah penulisan. Perbaikan dapat bersifat menyeluruh atau sebagian. Ada tiga tahapan dalam menyunting, yakni membaca cermat, menandai yang salah, dan memperbaiki kesalahan. Dalam tulisan ilmiah, penyuntingan perlu dilakukan dalam lingkup kalimat, khususnya mengenai kebakuan kalimat yang ada.
Kalimat baku memiliki ciri: (a) fungsi gramatikal kalimat jelas, (b) hemat, (c) bernalar, dan (d) bebas dari pengaruh struktur bahasa daerah maupun bahasa asing. Selain itu, kebakuan kosakata dan istilah yang dikandung dalam sebuah kalimat juga akan sangat berpengaruh terhadap kebakuan kalimat.

Menyunting Paragraf 

Menyunting tulisan dapat diartikan memperbaiki tulisan. Perbaikan itu dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan berkaitan dengan kaidah penulisan. Perbaikan dapat bersifat menyeluruh atau sebagian. Ada tiga tahapan dalam menyunting, yakni: membaca cermat, menandai yang salah, dan memperbaiki kesalahan. Penyuntingan dapat difokuskan kepada paragraf yang di dalamnya dapat juga berkaitan dengan penulisan kalimat, frasa, kata atau ejaan. Sebuah paragraf dikatakan baik jika mengandung lima ciri, yakni: kesatuan, kepaduan, konsistensi sudut pandang, ketuntasan, dan kerunutan.

Hakikat Penyuntingan

Hakikat Penyuntingan  - Kata penyuntingan berarti proses, cara, perbuatan menyunting atau sunting-menyunting (sunting-menyunting berarti perbuatan atau pekerjaan menyunting). Penyuntingan merupakan proses membaca, mencermati, memperbaiki naskah yang telah dikirim seorang penulis naskah sehingga naskah tersebut siap untuk dimuat atau diterbitkan oleh sebuah penerbitan. Pada media noncetak, penyuntingan merupakan proses membaca, mencermati, memperbaiki naskah yang telah dikirim seorang penulis naskah sehingga naskah tersebut siap untuk disiarkan dan ditayangkan oleh media audio dan visual. 

Tujuan penyuntingan, baik untuk media cetak maupun noncetak adalah (1) membuat naskah bersih dari kesalahan kebahasaan dan isi materi dengan persetujuan penulis naskah, (2) membuat naskah yang akan dimuat, diterbitkan atau disiarkan dan ditayangkan lebih mudah dan enak dicerna, (3) menjadi jembatan yang dapat menghubungkan ide dan gagasan penulis dengan pembaca, pendengar, dan penonton, (4) mengolah naskah hingga layak terbit (siar untuk media noncetak) sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan dan dipersyaratkan oleh penerbit atau penyelenggara program siaran. Manfaat penyuntingan dapat dirasakan oleh 3 pihak yang terkait langsung, yakni penerbit (penyelenggara program siaran), penulis, dan pembaca (pendengar dan penonton).

Media berarti: (1) alat; (2) (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk. Media cetak berarti sarana media massa yang dicetak dan diterbitkan secara berkala seperti surat kabar, majalah. Dalam bagian ini disampaikan macam-macam media cetak (format media, istilah yang dipakai Ashadi Siregar), yakni newsletter, surat kabar, tabloid, dan majalah. Di samping itu, buku juga merupakan media cetak yang memerlukan penyuntingan.

Menyunting naskah yang akan dimuat dan diterbitkan salah satu media cetak berbeda antara jenis tulisan yang satu dan yang lain. Newsletter, surat kabar, tabloid, majalah dan jurnal, serta, buku memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Masing-masing media cetak memiliki keunikan dan kekhasan. Media noncetak (elektronik) berarti sarana media massa yang mempergunakan alat-alat elektronik modern, misalnya radio, televisi, dan film. Dalam subbagian ini disampaikan media noncetak, yakni radio dan televisi.


Penyuntingan terhadap media noncetak, baik radio maupun televisi, seperti halnya pada media cetak, berbeda karena masing-masing memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Kedua media noncetak tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga naskah yang akan disiarkan pun berbeda. Dengan demikian, penyuntingannya pun berbeda

Demikianlah Pengertian, Hakekat dan Macam-Macam Menyunting yang semoga bermanfaat untuk anda dan kita semua. amin.

0 Response to "Pengertian, Hakekat dan Macam-Macam Menyunting"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel